Jenjang akademik yang termasuk dalam Stage ini adalah Toddler (usia 2 tahun) dan Play Group atau Kelompok Bermain (usia 3 tahun). Kurikulum yang digunakan pada RS adalah kurikulum berstandar internasional, yang berfokus pada pengembangan literasi Bahasa Inggris dan phonics (ilmu pengucapan manifestasi bunyi huruf), koordinasi motorik, pengenalan warna dan benda-benda sekitar, interaksi interpersonal, tanggungjawab, kemandirian, dan play time. Di dalam jenjang Reception Stage bahasa utama yang dipakai, baik di kelas maupun saat play time, adalah Bahasa Inggris.
Jenjang akademik yang termasuk dalam Stage ini adalah Kidergarten 1 (TK-A) dan Kindergarten 2 (TK-B) – usia 4 dan 5 tahun. Kurikulum yang kami gunakan pada jenjang FS juga kurukulum berstandar internasional, yang berfokus pada pengembangan literasi Bahasa Inggris, phonics, literasi Bahasa Indonesia, penalaran dan logika matematika sederhana, pengenalan lingkungan sekitar, koordinasi motorik, interaksi interpersonal, menyelesaian masalah sederhana, etiket dan tataktrama, tanggungjawab, kemandirian, dan play time. Bahasa utama yang dipakai, baik di kelas maupun saat play time, juga Bahasa Inggris, kecuali saat dalam pelajaran Bahasa Indonesia. Beberapa target output pembelajaran di TK-B adalah, sbb:
1. Mampu melafalkan bunyi (phonics) semua huruf dalam Bahasa Inggris.
2. Memahami arti semua kata kerja instruksional Bahasa Inggris yang relevan dengan setting kelas, seperti: sit down, stand up, move aside, move back, come in, get out, tidy up, push your chair in, close the door, open the door, say thank you, apologize, dll.
3. Memahami makna kosakata tematik yang paling dekat dengan siswa, all: family members, things in the classroom, family members, animals, transportation means, dll.
4. Mampu memahami instruksi guru dalam Bahasa Inggris.
5. Mampu dengan baik meniru tulisan, baik huruf, angka, frase, maupun kalimat sederhana.
6. Mampu memahami dan melakukan komunikasi dasar dalam Bahasa Inggris, baik dengan teman maupun orang dewasa, sesuai konteks setting sekolah.
7. Mengenal angka 1 – 1000.
8. Mampu melakukan penjumlahan dan pengurangan bersusun dua hingga 5 angka tak besisa.
9. Mampu membandingkan nilai (lebih besar, sama dengan, dan lebih kecil), yang dipresentasikan dengan gambar atau angka.
10. Lancar membaca dan memahami apa yang dibaca.
11. Mampu memakai baju, celana, kaos kaki, dan sepatu sendiri.
12. Mampu mengidentifikasi fitur interaksi social dan mengatasi konflik sederhana yang timbul saat berinteraksi dengan teman, baik di kelas maupun di play ground, misalnya: meminta maaf, melaporkan kepada guru apa yang dianggapnya tidak benar, berterima kasih kepada orang yang menolongnya, berbagi, dll.
13. Mampu menjelaskan cerita atau film yang didengar atau ditonton.
14. Menguasai 10 lagu dalam Bahasa Inggris.
15. Mampu mengatasi kondisi krisis, misalnya buang air kecil dan buang air besar di toilet dengan terlebih dahulu memberitahu guru atau Teaching Assistant.
16. Secara mandiri mampu mengerjakan PR yang diberikan oleh guru.
17. Mampu berdoa dan memimpin doa dalam Bahasa Inggris.
18. Mampu memegang alat tulis dengan baik.
19. Mampu mewarnai gambar dengan cukup rapi.
20. Mampu menaati guru dan aturan, baik aturan umum di sekolah, aturan khusus di kelas, maupun aturan khusus di play ground.
Jenjang akademik yang termasuk dalam Stage ini adalah Primary 1 (SD-1) dan Primary 2 (SD-2) – usia 6 dan 7 tahun. Kurikulum yang kami gunakan pada jenjang FS juga kurukulum berstandar internasional, yang berfokus pada lanjutan pengembangan literasi Bahasa Inggris, phonics, literasi Bahasa Indonesia, penalaran dan logika matematika sederhana, pengenalan lingkungan sekitar, koordinasi motorik, interaksi interpersonal, menyelesaian masalah sederhana, etiket dan tataktrama, tanggungjawab, kemandirian, dan play time. Bahasa utama yang dipakai, baik di kelas maupun saat play time, juga Bahasa Inggris, kecuali saat dalam pelajaran Bahasa Indonesia. Target pembelajaran pada Stage ini adalah lanjutan dari target pembelajaran di FS.
Jenjang akademik yang termasuk dalam Stage ini adalah Primary 3 (SD-3) hingga Primary 6 (SD-6). Kurikulum yang kami gunakan pada jenjang KS-2 adalah Enriched National Curriculum (kurukulum nasional yang telah diperkaya). Fokus pembelajaran sesuai dengan muatan kurikulum nasional namum ditambah dengan Pelajaran Bahasa Inggris yang muncul setiap hari, pelajaran Matematika dan Science dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia, serta kewajiban menggunakan Bahasa Inggris saat chapel dan saat bermain (play time). Saat di kelas 4, inventarisasi topik dalam menghadapi Ujian Nasional di Kelas 6 mulai dilakukan dan diajarkan secara bertahap untuk memastikan semua siswa memperoleh nilai yang tinggi dalam ujian nasional (UN).
2018-2026 www.solideogracias.sch.id
Semua mata pelajaran inti, seperti Bahasa Indonesia, Matematika, Science, Agama, PKn, dan Social Studies diampu oleh Guru Kelas masing-masing, kecuali dalam kondisi khusus. Misalnya, di kelas 4, 5, dan 6, semua mata pelajaran yang diujikan dalam Ujian Nasional (UN) akan dihandle oleh Team Persiapan UN, misalnya, mata pelajaran Matematika akan diajar oleh guru dengan latar belakang akademik jurusan Matematika, mata pelajaran Bahasa Indonesia akan diajar oleh guru dengan latar belakang akademik atau pengalaman pendidikan atau sastra Bahasa Indonesia, dan IPA akan dihandle oleh guru yang berlatarbelakang atau berpengalaman di bidang Science.
Mata Pelajaran lain, seperti Bahasa Inggris, (Mandarin), IT, Mathematics, serta Arts & Creativity disebut Specialits Subjects. Mata pelajaran ini bisa ditangani oleh Guru Kelas atau Guru Specialist.
2018-2026 www.solideogracias.sch.id
Pendekatan Pengajaran di SGS adalah Student-Centered (SC), artinya, siswa merupakan subjek atau pelaku tindakan pembelajaran itu sendiri. Dengan demikian, setiap sesi pembelajaran akan dialokasikan secara proporsional: Dari total 45 menit durasi setiap sesi pembelajaran, maksimal 10 menit akan digunakan oleh guru dalam materi pelajaran. Sisanya akan digunakan oleh siswa menyelesaikan rangkaian tugas yang releavan dan menantang, yang telah dipersiapkan oleh guru. Dengan kata lain, guru akan mendorong terjadinya proses pembelajaran mandiri and akan lebih banyak melakukan peran sebagai motivator dan facilitator pembelajaran ketimbang “penyuap.”
2018-2026 www.solideogracias.sch.id
Coming Soon...
2018-2026 www.solideogracias.sch.id
Secara pedagogik, fenomena KURVA NORMAL terjadi di kelas, dimana sekitar 80% siswa berada di zona kurva tengah, yakni siswa yang memiliki tingkat kecepatan rata-rata yang hampir sama dalam menangkap dan memahami materi pelajaran. Inilah yang merupakan target atau sasaran pengajaran disetiap sesi. Namun, ada juga sekitar 10% siswa yang berada di zona ekstrim kanan pada kurva, yang kemampuannya dalam menyerap materi pelajaran sangat cepat (fast learners), melebihi kecepatan siswa yang berada di bagian tengah tadi. Di sisi lain, ada juga kira-kira 10% siswa yang berada di zone ekstrim kiri kurva, yang memiliki daya tangkap lebih lambat (slower learners). Jika siswa yang berada di zona ekstrim kanan (fast learners) tidak diberdayakan dengan baik, mereka biasanya akan frustasi dan nakal, sebab mereka merasa begitu mudah memahami materi pelajaran. Di SGS guru wajib menyiapkan materi tambahan (extra work) yang lebih menantang namun masih dalam area topik yang sama untuk diberikan kepada siswa dengan kecepatan belajar yang lebih cepat. Disamping menyediakan materi tambahan, guru juga bisa memberikan instruksi atau pengugasan yang berbeda, yang lebih menantang, untuk terus mengakomodir ‘petualangan belajar’ siswa yang berada di zona ekstrim kanan. Demikian juga dengan siswa yang berada di zona ekstrim kiri, yakni siswa dengan kecepatan belajar yang lebih lambat, akan frustasi jika guru memaksa mereka memahami materi ajar dengan kecepatan dan ekspektasi yang sama dengan siswa yang beradas pada kedua zona sebelumnya. Itulah sebabnya, di SGS, siswa yang lebih lambat akan diberikan bantuan (learning support), baik oleh guru kelas, asisten guru, atau staf yang ditugaskan untuk itu, agar mereka tidak tertinggal dan mampu menguasai materi pelajaran nenyerupai teman-temannya yang berada di zona kurva tengah. Di SGS, setiap sesi pembelajaran harus efektif dan berhasil guna maksima dan setiap siswa diwajibkan menggunakan waktunya secara efisien dan produktif – tidak bolah ada waktu yang terbuang sia-sia.
Di SGS kami memberikan tuntutan belajar yang tinggi kepada siswa. Kami mewajibkan guru berjibaku dalam membuat siswa memahami materi ajar. Mereka memahami materi pelajaran harus dari kelas, bukan dari guru les atau karena bantuan orangtua di rumah. Itulah sebabnya, SGS merupakan satu dari sedikit sekolah di Indonesia yang menjamin siswa tidak perlu les untuk memahami materi pelajaran, dengan catatan siswa tersebut bukan siswa berkebutuhan khusus. Namun demikian, kami menyadari bahwa ada orangtua yang memiliki target khusus untuk anak dan untuk itulah SGS telah bekerjasama dengan beberapa lembaga pendidikan untuk mengakomodir kebutuhan siswa dan orangtua sekaligus menyediakan kegiatan luar sekolah yang positif untuk membentengi siswa dari penetrasi gawai (gadget) yang kian mengkhawatirkan.
1. Parole Learning Center (PLC): Menyediakan program pendampingan belajar atau les khusus untuk mata pelajaran Matematika, CaLisTung, IT, dan Arts.
2. The Royal English Course (REC): Menyediakan berbagai macam program kursus Bahasa Inggris dan Bahasa Mandarin, baik kelas regular, semi privat, dan privat.
3. Royal Music Academy Indonesia (RMAI): Menyediakan berbagai macam program kursus musik, antara lain: Classical Piano, Pop Piano, Guitar, Violin, Indonesian Traditional Music Instrument, Drum, dan flute.
2018-2026 www.solideogracias.sch.id
SGS HOUSES merupakan wadah bernaungnya setiap siswa dari semua jenjang akademik yang ada di setiap kampus SGS. Sistem ini akan mendukung kerja kolaboratif diantara siswa dalam rangka membangun kemaslahatan pribadi, kelompok, dan komunitasnya dalam lima hal – kepemimpinan, kreativitas, aksi, pelayanan, dan sukacita.
Ini berfokus pada pengembangan kesatuan dan soliditas tim melalui berbagai jenis permainan dan kompetisi, termasuk kompetisi olahraga, aksi pertunjukan bakat, teka-teki dan kuis, kompetisi mengeja, lomba bercerita, lomba cerdas cermat pengetahuan umum, Alkitab, bahasa, matematika, dan sains, memasak, peragaan busana, serta seni dan kreativitas. Setiap House akan mendapatkan poin, yang akan diakumulasi pada akhir tahun akademik untuk mendapatkan juara kelompok.
Ini bertujuan memupuk kepedulian siswa pada kebersihan, keindahan, dan keasrian lingkungan sekolahnya, baik area luar maupun di dalam ruangan, sehingga memberi pengalaman yang indah dan berkesan bagi mereka yang telah melihat dan menggunakannya. Kebiasaan ini diharapkan akan dibawa oleh siswa ke rumah atau lingkungan yang lebih luas.
Ini bertujuan memupuk kepedulian siswa pada komunitas lokal di luar lingkungan sekolah. Kegiatan yang bisa dilakukan termasuk penggalangan dana, pengumpulan bahan pangan, sandang, buku-buku, serta mainan bekas yang layak pakai untuk disumbangkan kepada orang-orang/anak-anak yang membutuhkan, serta kampanye kepedulian lingkungan berupa gerakan pengumpulan sampah di sekitar lingkungan sekolah.
Sabagai bagian dari program pembinaan kerohanian dan kepribadian siswa dan staff, kebaktian (chapel) diadakan sekali seminggu, berdurasi 45 menit. Mulai Agustus 2018 ini, jadwal kebaktian mingguan (wekkly chapel) tersebut akan diadakan pada hari Jumat. Kebaktian (chapel) ini wajib diikuti oleh para siswa dan guru. Didalam kebaktian (chapel) tersebut diedarkan kantong persembahan yang kit aperuntukkan untuk mendukung program CSR untuk membantu mereka yang membutuhkan, yang berada di sekitar lingkungan Sekolah. Mohon Bapak Ibu mendukung acara ini dengan membekali anak dengan uang persembahan. Saya mendorong kita semua untuk menunjukkan kemurahan hati sehingga dapat menjadi inspirasi bagi putra-putri kita.
SGS memandang pemberian PR secara proporsional dan rasional kepada siswa merupakan hal yang penting dan positif. Selain untuk mengimbangi penetrasi perangkat teknologi, pemberian PR yang proporsional dan rasional akan berdampak positif pada kemajuan belajar anak. PR bisa diberikan setiap hari atau sesuai dengan kebutuhan siswa. Sekolah meminta Orangtua agar secara berkala memeriksa/menanyakan anak apakah dia memiliki PR dan apakah dia sudah mengerjakannya. Bapak/Ibu juga dapat memberi jadwal (slot waktu) rutin pengerjaan PR, misalnya langsung setelah pulang sekolah atau setelah selesai mandi sore.
Untuk memudahkan Bapak/Ibu dalam mengatur pengantaran dan penjemputan putra/putri tercinta serta demi keamanan dan kenyamanan perjalanan mereka ke dan dari Sekolah, Sekolah menyediakan Layanan Antar Jemput. Saat ini Layanan Antar Jemput sudah melayani daerah Parung Panjang, Legok, BSD, dan Perumahan Medang Lestari. Armada jemputan setara dengan Ertiga, Avanza, Xenia, Luxion, Evalia, atau L300, yang dilengkapi dengan AC dan audio. Segera hubungi Sekolah apabila Bapak/Ibu tertarik menggunakan layanan ini karena jumlah kursi sangat terbatas.
Sedapat mungkin, usahakan membekali anak dengan kandungan makanan sehat agar mampu mendukung aktivitas fisik dan otaknya di Sekolah. Makanan sehat tidak selalu mahal. Sebagai contoh, kandungan kalori yang dikandung tempe, tahu, dan telur, ternyata jauh lebih tinggi dari kandungan kalori yang terkandung pada daging. Batasi pemberian makanan olahan (misalnya, sosis, nugget, dll) dan dorong kebiasaan mengonsumsi makanan alami. Hendaknya anak dibiasakan mengonsumsi sayur dan buah secara teratur. Sumber karbohidrat juga perlu diragamkan, bukan hanya nasi melainkan bisa dari kentang, ubi, talas, atau pasta (sesekali). Mohon porsi sajian juga diperhatikan, jangan terlalu banyak dan jangan terlalu sedikit.
Barang/perlengkapan siswa yang tertinggal di Sekolah (misalnya: botol minum, lunch box, kotak pensil, dll) akan ditaruh di konter Lost and Found. Orangtua atau penjemput dapat langsung mencarinya di box ysng telah tersedia. Jika dalam masa 30 hari tidak diambil, maka barang-barang tersebut akan dianggap sebagai unclaimed lost and found items. Pada akhir setiap semester, barang-barang unclaimed lost and found items ini akan digelar di depan sekolah dan boleh diambil oleh siapa saja yang membutuhkan.
Memberi dan berbagi adalah hal yang baik dan salah satu nilai yang ingin kita impartasikan pada diri setiap siswa adalah kesukaan untuk berbagi dan memberi. Oleh sebab itu, Sekolah TIDAK MELARANG orangtua yang hendak memberi sesuatu kepada guru dan staff sepanjang hal tersebut dilakukan secara proporsional dan tepat guna. Salah satu momen yang bisa dimanfaatkan oleh Orangtua untuk memberi sesuatu kepada guru/staff adalah saat akhir tahun akademik, yakni saat anak-anak naik kelas. Sekolah menjamin, semua guru/staff SGS mampu bersikap profesional dalam hal ini.
Batas akhir pembayaran SPP adalah tanggal 10 (sepuluh) setiap bulan. Pembayaran di atas tanggal 10 akan dikenakan denda Rp. 10,000,- per hari. Pemberlakuan denda ini kami maksudkan agar semua kita komit, supaya pembayaran biaya operasional sekolah, seperti gaji guru, tidak tertunda. Jika Bapak/Ibu mengalami kondisi khusus (misalnya ada anggota keluarga yang harus diopname atau orangtua meninggal di kampung, yang mengharuskan Bapak/Ibu berkonsentrasi atau harus pulang, sehingga tidak dapat melakukan pembayaran SPP hingga tanggal 10, segera hubungi Sekolah agar denda tersebut dianulir.
Pada setiap akhir tahun ajaran, akan muncul tagihan Uang Pendaftaran Ulang Tahunan (Annual Payment). Komponen yang tercakup dalam pembayaran ini adalah Admission Form (tentative), Uang Kegiatan dan Buku dan Perlengkapan Belajas Siswa. SPP bulan Juli masih harus dibayar oleh semua siswa selain siswa TK-B yang melanjutkan ke SGS (sebab Pembayaran Awal siswa TK-B yang melanjutkan ke Primary 1 SGS sudah termasuk SPP bulan Juli)
Dalam rangka membantu Orangtua dalam menyiapkan pembayaran Uang Pendaftaran Ulang Tahunan (Annual Payment), sekolah membuka Program Menabung Harian bagi setiap siswa, yang sudah bisa dimulai pada awal tahun akademik. Pada akhir tahun akademik (biasanya pada bulan Juni), akumulasi jumlah tabungan setiap anggota (siswa) akan dihitung. Dari jumlah tersebut, sekolah akan memotong provisi 10 (sepuluh) persen. Provisi yang 10 (sepuluh) persen tersebut akan dibagi 50% kepada guru dan staff and 50% untuk mendukung pengembangan sekolah (misalnya membeli cat, mengganti kursi sswa yang rusak, dll). Karena peruntukan dari Program Tabungan Siswa ini adalah untuk menyiapkan pembayaran Uang Pendaftaran Ulang Tahunan siswa, maka jumlah akumulasi NET (setelah dipotong 10%), akan diperhitungkan untuk menutupi jumlah Uang Pendaftaran Ulang Tahunan yang ditagih oleh Sekolah. Jika jumlahnya mencukupi, orangtua tidak perlu menambah, jika masih sisa, maka sisanya akan diserahkan kepada Orangtua, dan jika masih kurang, maka kami akan menagih kekurangannya kepada Orangtua.
2018-2026 www.solideogracias.sch.id
Kegiatan luar sekolah merupakan rangkaian kegiatan yang disediakan oleh Sekolah, yang pelaksanaannya dilakukan setelah jam sekolah berakhir. Kegiatan luar sekolah akan diampu, baik oleh guru atau staff SGS maupun oleh pelatih atau guru dari luar. Setiap siswa kelas 3-6 wajib memilih setidaknya satu kegiatan luar sekolah yang harus diikutinya sepanjang tahun akademik. Ada dua macam kegiatan luar sekolah yang disediakan, yang gratis dan yang berbayar.
1. Pramuka
2. Club Bahasa Inggris
3. Matematika Mental
4. Tari
5. Tenis Meja
6. Menyulam
7. Menggambar dan Mewarnai
8. Catur
9. Persiapan Lomba Mengeja dan Berpidato
1. Beladiri Taekwondo
2. Kursus Literacy Bahasa Inggris
3. Les Matematika
4. Les Musik
5. Les Bahasa Mandarin
6. Kursus Komputer
2018-2026 www.solideogracias.sch.id
Coming Soon...
2018-2026 www.solideogracias.sch.id
Coming Soon...
2018-2026 www.solideogracias.sch.id
Coming Soon...
2018-2026 www.solideogracias.sch.id
Coming Soon...
2018-2026 www.solideogracias.sch.id